Postingan

Musyabab Lisan

Perbedaan Ahlussunnah dengan Asy'ariyyah dalam perkara iman adalah bahwa Ahlussunnah meyakini iman sebagai ucapan lisan, i'tiqod (keyakinan) dalam hati dan amalan anggota badan. Iman bertambah dengan ketaatan berkurang dengan kemaksiatan. Hal ini sesuai dalil-dalil Al-Qur'an was Sunnah serta petunjuk para Salaf. Sedangkan kelompok Asy'ariyyah terpengaruh oleh paham murjiah yaitu menganggap iman cukup dalam hati berupa i'tiqod (keyakinan) semata tidak secara lisan maupun amal perbuatan. Pemahaman ini menyelisihi dalil dan petunjuk para Salaf. Akibat paham Asy'ariyyah tersebut sering kita mendengar ucapan, "yang penting hatinya" saat diimbau berjilbab atau sebaliknya ketika mengucapkan kalimat kufur yang melanggar aqidah seperti mengucapkan salam semua agama. Padahal murka Allah dan amuk alam bisa terjadi lantaran ucapan lisan: تكاد السماوات يتفطرن منه وتنشق الأرض وتخر الجبال هدا أن دعوا للرحمن ولدا "Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan...

Meminta-minta dan Mengemis itu Terlarang

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar   radhiyallahu ‘anhuma , ia berkata bahwa Rasul   shallallahu ‘alaihi wa sallam   bersabda, مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ “ Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya .” (HR. Bukhari, no. 1474; Muslim, no. 1040) Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ “ Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api .” (HR. Ahmad 4: 165. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, الْمَسْأَلَةُ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِي أَم...

7 CARA UBAH DIRI JADI LEBIH BAIK SETIAP HARI

بِسۡـــــــــمِ ٱللَّــــــــــهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ - اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ  (7X) Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahawa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah سبحانه وتعالى tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bakal membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللَّهُــــــــمّے صَــــــلٌ علَےَ سيدنا مُحمَّــــــــدْ و علَےَ آل سيدنا مُحمَّــــــــدْ كما صَــــــلٌيت علَےَ سيدنا إِبْرَﺍﻫِﻴﻢَ و علَےَآل سيدنا إِبْرَاهِيمَ وبارك علَےَ سيدنا مُحمَّــــــــدْ و علَےَ آل سيدنا مُحمَّــــــــد كما باركت علَےَ سيدنا إِبْرَاهِيمَ و علَےَ آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فى الْعَالَمِينَ إنك حميد مجيد...

Keutamaan Sholat Tahajud

 ~ SALAM TAHAJUD ~   ➡️ KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJUD ⬅️ Niat untuk melakukan solat tahajud saja sudah dihitung sedekah dan mendapatkan pahala, bagaimana sampai rutin melaksanakannya. Dalam sebuah hadits dikatakan yang artinya:  “Barang siapa mendatangi tempat tidurnya dengan niat akan bangun untuk melaksanakan solat di tengah malam, kemudian ia tertidur hingga pagi hari, niscaya dicatat baginya niatnya dan tidurnya sebagai sedekah dari Rabb-nya.” (HR. Nasa’i, Ibn Majah dan Ibn Khuzaimah). Keutamaan Solat Tahajud Yang Hebat. “Barang siapa mengerjakan solat Tahajud dengan sebaik-baiknya dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.” Adapun 9 macam keutamaan dan kemuliaan tersebut diantaranya: Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana Tanda ketaatannya kepada Allah akan terlihat pada wajahnya akan dicintai oleh orang-orang soleh dan semua manusia akan terjaga lisannya dari perkataa...

DICARI TEMAN YANG BISA & MAU MEN-SHALATKAN SAYA, KETIKA SAYA WAFAT !

 (mohon dibaca sampai selesai) Duka cita di zaman sekarang Karangan Bunga tidak menambah apa-apa... Ada seseorang yang kami kenal, sebagai seorang yang diberikan kedudukan yang tinggi di dunia ini di hadapan manusia. Beberapa waktu yg lalu... beliau rahimahullaah wafat.... Maa syaa Allah... selang satu jam tersiar berita duka, semua masyarakat bergerak. Tamu berdatangan ke rumah megahnya. Tidak sampai tiga jam, jalan raya di sekitar rumah duka, penuh dengan karangan bunga yg tersurat dari rupa-rupa orang besar di negeri ini. Jalanan ditutup untuk umum, dijaga oleh polisi militer. Patroli pengawal disiapkan, panitia pengurusan jenazah didatangkan khusus. Keluarga tidak mau merepotkan pengurusan oleh jamaah Masjid.  Tak masalah Hingga selesailah jenazah dikafani, dan siap utk fardhu kifayah ketiga; dishalatkan. Di luar rumah orang ratusan sudah berjejalan hadir. Maka diputuskan jenazah dishalatkan di masjid.  Segera kami siapkan, masjid siap, jenazah sudah di hadapan imam, ...

Sang Suami Dan Keridhoannya

Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya.... Ibu.: Mbah Mun, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja... Kyai. : Emangnya kenapa bu? Ibu. : Ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah. Kyai.: Oooh gitu, cuma itu aja? Ibu.: Sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama. Kyai.: Oooooh... iya... mau tahu pandangan saya ga bu? Ibu.: Boleh Mbah Mun. Kyai.: Gini... ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik... Nah... itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas. Ibu.: Mmm... trus apa hubungannya sama sua...

Islam tidak Ekstrim, Ekstrim bukan Islam

Berikut beberapa amalan/sikap yang sering dianggap sebagai perbuatan ekstrim/radikal, padahal Islam telah mengajarkannya: 1. Cadar يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59) Selengkapnya:  https://muslim.or.id/37208-ayat-al-quran-tentang-cadar.html 2. Celana di atas matakaki مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ “Sarung (kaki) yang berada di bawah kedua mata kaki, ada di dalam neraka.” (HR. Bukhari). Selengkapnya: https://bimbinganislam.com/hukum-isbal-dan-celana-levis/ 3. Memeli...